Gejala kemiskinan semakin bertambah memang tidak dapat dipungkiri lihat saja ketika kita naik bis kota dikota besar, pengamen, pengemis dan pedagang asongan bercampur aduk silih berganti meminta perhatian kita. atau lihat ketika berada dilampu merah (lalu lintas) anak kecil kumal, orang tua jompo berbaju kumal dekil serta pedagang asongan dan pengamen yang juga silih berganti meminta perhatian kita, hal ini terjadi juga pada saat Sselesai sholat Jumat di Masjid di Jakarta pengemis tua muda berebut perhatian jamaah yang pulang selesai sholat jumat, ini pun terjadi dirumah, dipasar seakan kita terkepung dengan orang-orang miskin dan pengagguran. sebagai rakyat kecil kita mungkin awam dengan data statistika dari biro pusat statistik. atau data media massa yang mengatakan kemiskinan tahun ini turun. lalu realnya kaya apa ... !
Ingat bahwa kemiskinan membawa kekufuran ini harus digaris bawahi.
kerawanan sosial dimulai dari kemiskinan dan suburnya faham ideologi yang nyeleneh juga lahir dari kemiskinan
Maka solusinya berantas kemiskinan adalah dengan
Memberdayakan ekonomi kerakyatan dengan menumbuhkan pilar-pilar ekonomi kelas bawah dan menengah diiringi pula memberikan kesadaran etos kerja yang tinggi tidak mudah putus asa and bertakwa. oke... dah cape nih lanjut .....1
Kamis, 11 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar